Dahlan Iskan Tidak Kaget Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi dan Ditahan, Ini Alasannya...

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ditetapkan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Dahlan dianggap melakukan pelepasan 33 aset berupa tanah dan bangunan PT Panca Wira Usaha milik BUMD Jawa Timur periode 2000 hingga 2010.

Dahlan langsung ditahan Kejati Jatim sekitar pukul 19.30 WIB. Dia keluar menggunakan rompi tahanan berwarna merah.

Terkait kasus ini, Dahlan menegaskan dia tidak kaget ditetapkan sebagai tersangka. "Saya tidak kaget dengan penetapan tersangka ini," kata Dahlan, Kamis (27/10).

Sebelum ditahan, Dahlan telah menjalankan lima kali pemeriksaan. Namun, pemeriksaan terakhir ini dia langsung ditetapkan tersangka dan ditahan.

Dahlan Iskan akhirnya ditahan di Rutan Medaeng Sidoarjo oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Kamis (27/10/2016) malam. Mantan Menteri BUMN pada era SBY itu tiba di Rutan Medaeng pada pukul 19.41 WIB.


Dahlan mengaku tidak kaget dirinya dijadikan tersangka dan ditahan, karena memang sudah lama diincar.

"Saya tidak kaget dengan penetapan sebagai tersangka dan ditahan, karena seperti Anda tahu saya sedang diincar terus oleh yang lagi berkuasa," kata Dahlan.

Dahlan membantah dirinya melakukan korupsi. Dia mengatakan hanya menandatangani dokumen yang sudah disediakan anak buahnya saat dirinya menjabat sebagai Dirut PT Panca Wira Usaha (PWU) tahun 2000-2010.

"Biarlah sekali-kali terjadi seorang yang mengabdi setulus hati, mengabdi sebagai dirut utama daerah tanpa digaji selama 10 tahun, tanpa menerima fasilitas apapun, harus menjadi tersangka yang bukan karena makan uang, bukan menerima sogokan, bukan karena menerima aliran dana, tapi karena harus tanda tangan dokumen yang disiapkan anak buah," ujar Dahlan.

Dahlan diperiksa penyidik mulai pukul 09.00 WIB. Dia didampingi adiknya, Mi'ratul Mukminin. Pria asal Magetan ini sudah dicecar lebih dari 80 pertanyaan oleh penyidik di empat pemeriksaan sebelumnya.

Selain Dahlan, kasus ini menetapkan satu tersangka, Wisnu Wardhana. Mantan manajer pemasaran PT PWU ini disinyalir melepas 33 aset milik BUMD Pemprov Jatim. (*)

Dihimpun dari Merdeka.com & Tribunnews.com

Label:
Reaksi:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget